"Apa yang kau lakukan?"
"Apa yang aku lakukan?" Reina bertanya dengan muka tidak tahu menahu sambil memperlihatkan kedua tangannya yang tidak melakukan apa-apa dan memang dia daritadi tidak melakukan apa-apa.
"Maksudku, apa yang kau pikirkan! Hentikan semua!" Bentak Ken.
"Why?" tanya Reina dengan tatapan polos.
Ken menghela nafas berat.
"Kau sudah tahu! , aku bisa membaca pikiran. Jadi aku mohon hentikan pikiran yang sedang kau pikirkan sekarang! Ku mohon!" Ken sudah tidak sabar.
"Walau ku sadar ini memang pikiran ku, tapi aku tidak bisa menghentikan nya semudah itu,,"
"Apa? Kenapa bisa begitu?" tanya Ken tidak habis pikir.
"Karena itulah kekurangan ku. Aku tidak bisa menghentikan imajinasi semudah itu muncul, walaupun itu dalam diriku sendiri."
Reina Aziza adalah seorang gadis yang baru menginjak 21 tahun. Dia adalah seorang penulis pemula yang beruntung karena sukses di awal karir nya namun tak ada yang tahu di balik kesuksesan nya itu adalah sebuah hasil imaginer liar yang terus menerus muncul dipikirannya tanpa henti itulah yang akhirnya membuat sikapnya tampak aneh dari orang lain karena terganggu dengan khayalan nya sampai ia tidak bisa fokus dengan lingkungan nya.
Ken adalah seorang Pria yang baru memasuki umur 32 tahun yang memiliki kelebihan bisa melihat pikiran orang lain dan masuk kedalamnya. Dia juga bisa melihat masa lalu dan masa depan. Di usia yang terbilang matang ini dia merasa sudah mumpuni dalam mengendalikan kekuatan nya, namun itu terpatahkan ketika tiba-tiba saja suatu hari dia bertetangga dengan gadis yang terlihat murung tapi sekalinya diajak bicara begitu ceria. Gadis itu terus saja mengeluarkan imajinasi liar yang menganggu waktu-waktu tenangnya. Ken pun merasa kesal dan sangat tertanggu. Ia ragu kalau penderitaan nya ini akan selesai dengan hanya pindah rumah karena faktanya dia juga selalu bertemu gadis itu di tempat lain.
Apakah sudah saatnya dia percaya bahwa kemampuannya ini bukan sebuah kelebihan melainkan gangguan? Apakah dia mulai mencari perukiah sekarang?

