Rabu, 15 Agustus 2018

#Latihan_menulis

Malam semakin larut, mataku semakin berat, pandangan nya sudah buram-buram. Aku lelah. Namun, aku masih ingin terjaga, hatiku berbisik sebentar dulu... Sebentar dulu.. ayo kita lihat dulu sebentar dulu sebentar dulu.

Aku sekarang baru tersadar apa itu suara hati atau nafsu.

Hatiku baik, tidak pernah membawaku ketempat yang salah. Aku yakin itu pasti nafsuku.

Sekarang aku mendengar suara 'mari kita tidur'

Aku lelah, Aku ingin menangis.

Aku sedih.

Aku kosong.

Selasa, 10 Juli 2018

NOVEL : Imaginer Vs Indigo

"Apa yang kau lakukan?"

"Apa yang aku lakukan?" Reina bertanya dengan muka tidak tahu menahu sambil memperlihatkan kedua tangannya yang tidak melakukan apa-apa dan memang dia daritadi tidak melakukan apa-apa.

"Maksudku, apa yang kau pikirkan! Hentikan semua!" Bentak Ken.

"Why?" tanya Reina dengan tatapan polos.

Ken menghela nafas berat.

"Kau sudah tahu! , aku bisa membaca pikiran. Jadi aku mohon hentikan pikiran yang sedang kau pikirkan sekarang! Ku mohon!" Ken sudah tidak sabar.

"Walau ku sadar ini memang pikiran ku, tapi aku tidak bisa menghentikan nya semudah itu,,"

"Apa? Kenapa bisa begitu?" tanya Ken tidak habis pikir.

"Karena itulah kekurangan ku. Aku tidak bisa menghentikan imajinasi semudah itu muncul, walaupun itu dalam diriku sendiri."

Reina Aziza adalah seorang gadis yang baru menginjak 21 tahun. Dia adalah seorang penulis pemula yang beruntung karena sukses di awal karir nya namun tak ada yang tahu di balik kesuksesan nya itu adalah sebuah hasil imaginer liar yang terus menerus muncul dipikirannya tanpa henti itulah yang akhirnya membuat sikapnya tampak aneh dari orang lain karena terganggu dengan khayalan nya sampai ia tidak bisa fokus dengan lingkungan nya.

Ken adalah seorang Pria yang baru memasuki umur 32 tahun yang memiliki kelebihan bisa melihat pikiran orang lain dan masuk kedalamnya. Dia juga bisa melihat masa lalu dan masa depan. Di usia yang  terbilang matang ini dia merasa sudah mumpuni dalam mengendalikan kekuatan nya, namun itu terpatahkan ketika tiba-tiba saja suatu hari dia bertetangga dengan gadis yang terlihat murung tapi sekalinya diajak bicara begitu ceria. Gadis itu terus saja mengeluarkan imajinasi liar yang menganggu waktu-waktu tenangnya. Ken pun merasa kesal dan sangat tertanggu. Ia ragu kalau penderitaan nya ini akan selesai dengan hanya pindah rumah karena faktanya dia juga selalu bertemu gadis itu di tempat lain.

Apakah sudah saatnya dia percaya bahwa kemampuannya ini bukan sebuah kelebihan melainkan gangguan? Apakah dia mulai mencari perukiah sekarang?

Kamis, 03 Mei 2018

NOEL : Delusi Baru

Noel Witson Alexander, Namanya gabungan dari nama belakang kedua orangtuanya; Witson dari Ibunya, Alexander dari Ayahnya. Namun, Noel lebih suka jika namanya hanya Noel Witson saja karena ia tidak menyukai fakta bahwa dia anak dari seseorang laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti Ayahnya yang semena-mena meninggalkan seorang Istri yang sangat mencintai nya.

Kebencian Noel pada Ayah nya bermula ketika menyadari suami Ibunya itu tidak kunjung pulang, yang akhir membuat Ibunya menangis sendirian didalam kamar dirumah mereka yang dulu. Saat itu dia berharap Ayahnya pulang agar Ibunya berhenti menangis, namun ketika Ibunya mengatakan mereka akan pindah, dia pun tau walaupun Ibunya juga berharap Ayahnya kembali tapi faktanya Ayah mereka memang sudah tak akan kembali, kepindahan mereka adalah salah satu cara untuk Ibunya melupakan segala hal tentang Ayahnya.

Namun, tetap saja itu hanya sebuah harap, asa yang tak pernah sampai selama seorang anak yang sangat mirip dengan wajah orang yang mencampakkannya hidup berdampingan dengan nya.

Pada akhirnya melupakan Ayahnya hanya menjadi sebuah khayalan yang tak akan terwujud.

Noel selalu berharap, agar Ibunya mampu membuangnya ke suatu tempat jauh darinya. Agar setidaknya walaupun sedetik, Ibunya bisa melupakan sosok Ayahnya. Walaupun sedetik ia ingin Ibunya terbebas dari sakitnya luka ditinggalkan dan beratnya rindu. Ia ingin Ibunya berhenti menangis disudut gelap kamar nya. Tapi itu takkan bisa dilakukan Ibu nya karena dia mempunyai 'rasa kasih seorang Ibu'.

Noel frustasi dengan keadaan seperti ini. Seandainya dia punya cara untuk menghilang tanpa harus membuat Ibunya cemas dan pergi mencarinya. Sebuah pelarian yang di setujui Ibunya.

Dan saat kondisi psikis Ia memburuk...

Akhirnya harapan itu terkabul.

Noel akhirnya pergi ketempat dimana Ibunya tidak bisa melihat nya dengan rasa ikhlas...

Noel menatap plang rumah sakit yang berada didepannya. Tertulis pada bagian depan rumah sakit jiwa yang bangunannya terkesan tentram itu, "RUKAYYA HOSPITAL" . Noel merasa asing dengan nama itu, setahunya di Inggris tidak ada yang menggunakan kata seperti itu. Dan itu terdengar tidak awam untuk nama seorang.

Dokter Rebecca yang sudah selesai mengurus mobilnya menyuruh Noel masuk. Ia pun berhenti memikirkan tentang tulisan plang rumah sakit dan mengikuti Dokter Rebecca masuk kedalam gedung rumah sakit.



🚶🚶🚶🚶🚶🚶


Noel baru saja selesai mengirimkan surat untuk Ibunya. Tidak terasa dia sudah satu Minggu mengenakan pakaian rumah sakit ini.

Langit pagi yang menjelang siang tampak tidak terlalu terang, anginnya pun masih sejuk membuat Noel memutuskan keluar dari rumah sakit dan duduk disalah satu kursi panjang yang terletak diujung gedung rumah sakit dekat gerbang. Disana daun-daun kering yang berguguran dari pohon-pohon besar tua yang menghiasi pekarangan rumah sakit belum dirapikan petugas memanjakan pandangan mata Noel. Dia sangat suka suasana seperti ini. Dia pun mendongakkan kepalanya agar angin lembut yang meniup daun-daun kering ikut membelai poni rambutnya yang menggangu matanya.

Beberapa hari tinggal dirumah sakit ini, membuat nya tidak khawatir lagi dengan masalah delusi. Dia tidak perduli sedang melihat yang nyata atau tidak, yang jelas disini tidak ada Ibunya yang akan sedih melihat dirinya tidak berkembang atau semakin parah.

Dia hanya berharap Ibunya benar-benar menuruti keinginannya untuk tidak kesini dengan begitu ia akan dengan mudah memvonis sosok Ibunya yang ia lihat disini adalah sebuah delusi.

Noel membuka buku yang tadi dibawanya. Saat menekuni isi buku itu, tiba-tiba dia mendengar suara deru mobil memasuki halaman rumah sakit. Dia pun menengok kearah suara itu. Dan benar saja, dia melihat sebuah mobil pick up berwarna biru gelap.

Ketika mobil itu berhenti dan bunyi derunya mati, seorang gadis dengan kepala bertudung keluar dari bagian depan mobil.

Merasa keadaan sudah tidak nyaman karena kehadiran mobil dan gadis yang baru datang itu, Noel menutup bukunya dan berdiri dari kursi. Saat dia ingin mulai berjalan, dia tak sengaja menengok kearah mobil itu kembali, dan kemudian dia bertatap muka dengan gadis yang tadi dilihat nya keluar dari mobil.

Untuk sesaat dia membeku berikut juga gadis itu. Sebenarnya dia tidak pernah bertatap muka dengan seseorang, dengan Ibunya saja dia masih merasa canggung. Dia pun menjadi kikuk, ia merasa seperti tertangkap basah dan tak harus melakukan apa. Merasa kepalanya mulai sakit, Noel membalikkan badannya dan pergi tanpa mengatakan apa-apa.

Gadis yang diseberang sana terperangah melihat nya. Dipikir nya setidaknya anak laki-laki yang seperti sebaya dengannya itu akan say hai! padanya walaupun tidak ingin membantu membawakan kotak berat yang ada ditangannya, karena mereka lumayan lama saling tatap. Bukankah sedikit kurang ajar kalau kau melihat lama seorang gadis yang sedang membawa sebuah beban tanpa menawarkan bantuan apapun padanya?

Adelia Husna hanya bisa mendengus kesal.

"Yah, pertolongan apa yang kuharap dari seorang berpakaian pasien?"

Adelia berjalan maju beberapa langkah lalu ia melihat sebuah buku tergeletak ditanah. Dia pun berjongkok ketanah setelah meletakkan kotaknya. Dia memungut buku yang terbuka dan tertelungkup di tanah itu. Dia mengingat letak buku ini sepertinya tempat yang sama anak laki-laki itu tadi berdiri.

"Sepertinya tadi dia tidak sengaja menjatuhkan buku ini," kata Adel dia lalu membalik posisi buku itu dari tertelungkup menghadap kearah nya.

Adel mengerutkan keningnya, melihat isi buku itu kosong, putih bersih seperti tak pernah tersentuh setetes pun tinta. Adel lalu dengan cepat membalik halaman lain, tapi semuanya sama. Tidak ada apa-apa disana, selain garis-garis halus kertas yang permukaannya tidak mulus.

Adel lalu teringat ketika tadi saat baru memasuki halaman rumah sakit dia sempat melihat anak laki-laki itu masih duduk dikursi dan ia jelas melihat anak laki-laki itu membaca bukan menulis.

"Wah, tidak kusangka, kukira dengan wajah tampannya dia adalah orang waras yang terpaksa kesini. Tapi melihat ini, aku benar-benar yakin mengapa dia cocok memakai pakaian rumah sakit ini," Adel berkata sambil melihat bangunan rumah sakit yang ada didepannya.
Lalu tiba-tiba anak laki-laki yang dilihatnya tadi keluar dan berjalan cepat kearah nya.

"Hei apa ini milik....

Belum sempat Adel selesai bertanya, anak laki-laki itu langsung merebut buku yang dia acungkan tanpa berkata apa-apa. Setelah itu laki-laki langsung berbalik dan pergi dengan cepat.

"Apa-apaan itu?" Adel tidak bisa berkata-kata.

"Aaah, apa dia delusi baru lagi? Mengapa sangat mirip dengan nya?"

Noel mengacak-acak bagian belakang rambutnya lalu masuk ke dalam rumah sakit.

Kamis, 26 April 2018

Gabut

Kegabutan sepertinya membuat ku gila.

Macam-macam saja perbuatan ku, download game sampai habis kuota 3 gb dan juga medonwlad sosmed yang akhirnya ku hapus semua. Aku pikir aku benar-benar gila kkkkk~~~~

Aku tidak tahu mengendalikan nya. Harusnya besok aku mulai memiliki jadwal. Pr rumah sudah mulai bagus, ah tapi kuota ku..... Terlalu boros.

Abang ku kasian T^T.

Sepertinya yang konslet adalah pikiran kamu. Kata Roy Kiyoshi yang baru saja ku dengar.

Kamu seperti nya pernah ketawa-ketawa sendiri. Thats right is me.

Apa yang ku tulis sekarang?

Oke aku akan membuat jadwal.

Cuman satu jadwalnya, kamu hanya boleh buka ig waktu malam.

Kamis, 08 Februari 2018

Noel

Dokter Rebecca menutup pintu mobilnya lalu berbalik menghadap sebuah rumah yang berukuran sedang namun bergaya Aristokrat. Dokter Rebecca berpikir, sudah berapa lama dia rutin berkunjung kesini untuk memberikan konseling pada seorang anak dari penulis favorit nya. Ini harusnya adalah suatu kebanggaan dan hal langka, ditengah kesibukannya menjadi psikiater dia bisa bertemu langsung dengan seorang penulis novel fiksi favoritnya. Tapi sayangnya ini malah jadi suatu ironi karena pertemuan mereka bertujuan untuk menangani kondisi psikis anak si penulis yang bermasalah. Masih segar di ingatan Dokter yang baru berumur 30 tahun itu bagaimana Alisa nama si penulis favoritnya datang padanya dengan kondisi mata sayu dan wajah kelelahan meminta bantuan perihal anaknya.

Noel Witson Alexander, adalah anak yang cerdas. Entah karena kondisi apa yang membuat anak itu malah menggunakan kemampuan daya imajinasinya untuk berdelusi. Rincian-Rincian tentang delusinya yang Dokter Rebecca baca diam-diam dalam sebuah buku yang ditulis anak itu, tidak bisa dipungkiri bahwa ceritanya sangat bagus dan sempurna. Seandainya saja tulisan itu tidak mengandung unsur fantasy, Dokter Rebecca mungkin akan mempercayainya. Sayangnya satu-satunya plot hole dalam tulisan itu adalah tidak adanya sesuatu yang sesuai dengan kenyataan dari kehidupan anak itu.

Noel 100% mengarang dengan apa yang dilihatnya disuatu tempat yang setelah dilihat kesana tidak apa-apa disana.

Dokter Rebecca menghela nafas berat. Memikirkan betapa sayang bakat Noel yang diturunkan dari Ibunya malah menjadi petaka pada hidupnya.

Tapi untung lah sekarang anak itu mau sedikit terbuka padanya, setelah masa konseling satu tahun yang tidak maju-maju. Lalu ketika dia berpikir anak itu sudah mulai memilik kesadaran atas delusinya, tiba-tiba saja kemarin Noel menelepon nya untuk pertama kali dan mematahkan semangat nya atas kegembiraan yang dilakukan Noel saat itu. Dokter Rebecca tidak menyangka anak itu malah mengatakan bahwa dia memiliki gangguan lain, selain berdelusi. Namun Dokter Rebecca tetap bersyukur, setidaknya Noel sudah menerima dirinya sebagai Dokternya dan menceritakan semua itu padanya.

Dokter Rebecca sudah sampai di pintu depan. Dia lalu mengetuk pintu rumah itu, tidak beberapa lama pintu terbuka dan seorang wanita yang tampak tidak terlalu tua dengannya berdiri didepan pintu. Alisa, Ibunya Noel yang sebenarnya memiliki wajah awet muda,  namun sekarang dia terlihat lusuh walaupun dibalut pakaian rapi. matanya  memiliki bulatan hitam persis bagaimana mereka awal bertemu dulu. Sebenarnya apa yang dilakukan anak itu sampai Ibunya begini?

"Hallo Madam! Bagaimana kabar Anda?" Sapa Dokter Rebecca.

Alisa tersenyum.

"Baik Dokter." Sahutnya.

"Silakan masuk Dokter, Maafkan saya yang selalu membuat anda datang kemari saat akhir pekan." Kata Alisa mempersilahkan Dokter Rebecca masuk.

"Tidak apa-apa Madam, saya senang ke daerah yang asri ini. Ini seperti saya sedang liburan ke Villa." Sahut Dokter Rebecca tersenyum sambil masuk ke dalam rumah.

"Syukurlah bila Anda merasa begitu, sini biar saya gantungkan mantel anda."

"Terima kasih, Madam." Dokter Rebecca lalu menyerahkan mantelnya yang baru dia lepas.

"Tidak terasa ini musim hujan lagi." Kata Dokter Rebecca lalu melihat ke arah sebuah pintu kamar yang berada dilantai dua.

"Iya, Dokter." Alisa juga menimpali sambil ikut memandangi pintu kamar yang dilihat Dokter itu.

👤👤👤

Alisa dan Dokter Rebecca duduk berhadapan di sofa ruang tamu.

"Bagaimana keadaan keponakan Anda?" tanya Alisa, dari wajahnya terlihat dia khawatir bercampur rasa bersalah.

"Dia baik-baik saja, Madam. Tenang saja, dia gadis yang kuat, Dia tidak akan runtuh dengan hal seperti itu." Kata Dokter Rebecca menenangkan.

"Syukurlah." Alisa tersenyum lega.

"Lalu keadaan Noel bagaimana, Madam?"

Alisa menunduk terdiam ketika mendengar pertanyaan Dokte Rebecca.

"Semenjak kejadian itu, dia jarang keluar kamar Dokter. Bahkan akhir-akhir ini dia hampir tidak keluar kamar. Saat bertemu saya, dia seperti ketakutan atau seperti marah pada saya. Dia akan langsung berpaling dan berlari kekamarnya begitu melihat saya." Setelah selesai menjawab Alisa menitikkan air mata.

"Bagaimana ini Dokter? Apa lagi yang terjadi padanya?" Alisa mulai terisak.

Dokter Rebecca memajukan tubuhnya untuk mengelus-elus lengan Alisa.

"Anda harus sabar madam."

Beberapa saat kemudian Alisa mulai tenang. Dia berhasil menghentikan isaknya dan air matanya. Kepalanya kembali ditegakkan.

Dokter Rebecca menatap wajah Alisa dengan seksama.

"Madam. Sebenarnya kemarin Noel menelepon ku dan menceritakan perkembangannya sekarang."

Alisa terkejut mendengarnya.

"Benarkah? Noel menelepon anda?" Tampak gurat kegembiraan ada diwajah Alisa.

"Ia Madam, saya sangat senang begitu dia mengenalkan diri. Tapi menelepon karena ada masalah."

"Masalah?"

"Ia Madam. Sebenarnya dia kemarin menelepon untuk meminta sesuatu."

"Apa itu?" Alisa tampak penasaran.

Dokter Rebecca memasang wajah hati-hati. Dengan tarikan nafas ia pun menjawab.

"Dia ingin dimasukkan dalam rumah sakit jiwa, Madam."

Alisa refleks menutup mulutnya. Air mata kembali jatuh tanpa dia tahan. Perasaannya sekarang kaget bercampur sedih. Noel anaknya,,, tidak mungkin dia bisa memasukkan nya kesana.

"Anda jangan bercanda Dokter!" Alisa terlihat marah.

"Aku tidak bercanda, Madam. Noel sendiri yang meminta itu dan setelah mendengar masalah nya saya pun setuju dengan itu. Saya tahu ini berat untuk Anda madam. Tapi ini demi kebaikan Noel. Anda bisa terluka nantinya kalau memaksakan Noel tetap disini!" Dokter Rebecca mencoba meyakinkan.

"Kenapa aku bisa terluka saat bersama dengan anakku!??" Bentak Alisa.

"Madam! Noel sekarang sangat kesulitan membedakan antara nyata dan tidak. Dia sering kali meragukan kehadiran anda! Anda ingat apa yang terjadi pada keponakan saya saat itu? Noel sebenarnya memukulnya sampai terjatuh dari perahu karena Noel tidak yakin bahwa dia nyata madam! Madam dia juga bisa melakukan hal yang sama padamu kalau dia tidak sanggup menahan dirinya!" Kata Dokter Rebecca sengit. Dia menarik nafas ketika menyadari dirinya mulai terbawa emosi.

Sedangkan Alisa yang mendegar itu menjadi syok. Bola matanya bergerak kesana kemari karena dia tidak dapat fokus.

"Tidak mungkin Noel seperti itu." Alisa mencoba menyangkal.

"Madam, saya harap anda menerima nya. Kita harus cepat mengobati Noel kalau tidak ingin membuatnya seperti itu seumur hidupnya." Dokter Rebecca mencoba membujuk.

"Tidak mungkin aku bisa memasukkan nya kesana Dokter!" Alisa berkata sengit.

"Ma, Bolehkah aku bicara pada mu sebentar?" tiba-tiba sebuah suara terdengar dari atas.

Alisa dan Dokter Rebecca pun sama-sama menengok ke arah suara.

Terlihat seorang remaja laki-laki sedang berdiri didepan pagar koridor kamarnya.

"Noel."

👫👫👫👫

Alisa dan Noel sudah berada dalam ruang perpustakaan. Ini adalah ruang favorit mereka berdua. Saat baru pindah rumah, Noel kecil yang baru berumur 7 tahun masih belum terbiasa dengan seluk-beluk rumah apalagi luar rumah selalu mengikuti Alisa kemana saja, termasuk perpustakaan yang sebenarnya jika anak kecil lain melihat itu adalah ruangan yang sangat membosankan karena hanya ada buku tebal tanpa gambar yang menarik perhatian anak-anak. Tapi, Noel kecil tidak begitu. Dia terlihat selalu riang jika Alisa berjalan ke arah sana. Dia akan ikut masuk bersamaan dengan Alisa masuk dan akan keluar ketika Alisa juga keluar, tak peduli selama apa itu.

Di dalam perpustakaan, Noel kecil akan mengambil buku secara random, dan membacanya sampai habis. Tak peduli seberapa tebal atau susahnya buku itu di pahami dia tetap akan membacanya, hanya saja setiap kali dia tidak mengerti, dia akan mendatangi Ibunya dan menyerbu dengan banyak pertanyaan. Dia tidak akan meninggalkan Ibunya sampai dia paham apa yang dimaksud buku itu. Alisa sering dibuat kewalahan olehnya, tapi tetap saja bagi Alisa itu sangat manis.

Namun kebiasaan bertanya itu lambat laun menghilang dari diri Noel. Semakin bertambah umurnya, semakin banyak dia diam sampai ia tidak pernah lagi berbicara atau sekedar berkomentar dengan buku yang dia baca. Dia bahkan masuk ke perpustakaan itu hanya untuk mengambil buku yang ingin ia baca lalu kembali kekamarnya. Alisa akhirnya kehilangan sosok Noel kecil dalam ruang perpustakaan.

Ketika mengingat hal itu, Alisa merasa menyesal membiarkan Noel kecil berada disana. Seberapapun cerdas anak itu, tetap saja yang dibutuhkan nya saat masih kecil bukanlah buku tebal yang untuk dibaca orang dewasa melainkan beberapa teman dan permainan. Kini anaknya tumbuh dengan tidak normal seperti itu bukan kesalahannya tapi kesalahan Alisa sendiri yang tidak menyadari apa yang sedang terjadi.

Noel. Anak itu dewasa terlalu cepat. Membuat nya kehilangan momen-momen penting bagi para remaja pada umumnya.

"Ma, benar yang dikatakan Dokter tadi. Aku harus pergi." Kata Noel memulai pembicaraan dengan kepala tertunduk.

Alisa memandangi kepala anaknya dengan sedih. Ini pertama kalinya dia mendengar suara anaknya setelah kejadian dua Minggu yang lalu. Alisa kembali meneteskan air mata tapi mencoba untuk tidak bersuara, dia tidak ingin Noel melihat dia menangis.

"Kau tidak perlu pergi sayang. Mama, akan mencarikan Dokter baru yang bisa merawatmu dirumah ."

"Aku tidak perlu Dokter baru, Ma. Tapi aku perlu jauh darimu..." Kata Noel lalu mengangkat kepala untuk menatap wajah Ibunya.

Alisa kaget mendengar perkataan Noel.

"Sa.. Sayang?"

"Ma. Aku lelah bersamamu. Aku sudah diambang batas. Aku takut aku akan melakukan sesuatu yang buruk padamu."

Setetes air mata jatuh dari sudut mata Noel.

Air mata Alisa juga sudah mulai deras berjatuhan. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tidak, Sayang. Tidak mungkin kamu hal melakukan seperti itu pada Mama. Mama, percaya padau Sayang."

"Tapi Aku yang tidak percaya pada diriku sendiri, Ma..."

"Noel..."

"Ma.. Sudah dua minggu ini aku berhalusinasi tentang dirimu."

"Berulang-ulang saat aku bangun tidur, Aku melihat mu pergi dari ku."

"Kalau tidak kau kabur dengan koper besar, aku melihat mu bunuh diri dengan cara yang berbeda-beda tiap kalinya."

"Itu menyakiti ku, Ma. Kau menyakitiku walaupun kau tidak melakukan apa-apa, Ma."

"Aku sedih dengan hal itu. Aku jadi membenci berada bersama mu."

Noel menatap tajam pada Ibunya dengan ekspresi dingin.

"Terakhir kali, Aku melihatmu dijemput seorang pria untuk pergi dari sini, pria itu tampan dan bertubuh gagah, kau tampak senang melihat nya, Ma. Matamu menyiratkan betapa kau sudah lama merindukannya. Aku pun mengambil kesimpulan itu, Ayah yang walaupun sebelumnya sudah kau tegaskan dia sudah meninggal. Kau tak lagi membawa kopermu sendiri tapi Pria itu membawanya, kau hanya menggandeng tangannya saja dengan erat. Saat kau hampir melewati pintu rumah, aku berlari turun kebawah dan mengejarmu. Saat kau tahu aku berada dibelakang mu, kau berbalik kearahku dan menatapku dengan dingin. Senyuman manis yang tersungging dibibirmu ketika menatap pria itu hilang seketika ketika kau menatap ku. Ma, kau tahukan? aku sangat membenci ayah. Aku berharap orang itu benar-benar mati dan tidak kembali lagi merusak hatimu? Tapi saat itu kau malah berbalik lagi tanpa mengatakan apa-apa padaku dan terus berjalan keluar dan masuk mobil Pria itu dengan  bahagia."

"Perasaan ku sangat buruk saat itu."

"Noel.."

Alisa tampak kaget mendengarnya.

"Lalu setelah kau pergi, seperti akhir-akhir halusinasi lainnya, aku melihat mu datang dari arah lain, dan memanggilku "Sayang"."

"Jujur aku sangat senang mendengarnya, tapi saat aku berpaling melihat mu. Tiba-tiba saja dipikiran ku muncul pertanyaan, "Apa dia nyata?", " Benarkah ini Ibuku?", "Bagaimana kalau yang tadilah benar Ibuku?", "Bukankah delusiku selalu memunculkan orang-orang baik yang punyat hati malaikat?", "Bagaimana ini. Yang mana Ibuku?", "Yang ini mungkin saja palsu, Ibuku mungkin sudah lama pergi." "Bagaimana ini? Yang mana Ibuku?", "Haruskah aku membuktikannya?"."

"Tahukah, Ma apa yang terbesit saat itu dipikiran ku untuk membuktikan dirimu nyata?"

"Aku ingin membunuh mu. Aku ingin tahu saat aku menelepon polisi atau Dokter Rebecca apakah mereka akan mengatakan aku anak durhaka yang membunuh Ibunya atau orang gila yang main-main dengan laporan palsu."

Noel tersenyum.

"Ma. Aku bukan lagi anakmu. Aku seorang Monster, Ma. Monster."

Alisa tertegun. Dia tidak percaya apa yang telah ia dengar dari Noel.

"Noel... Noel..." Panggil Alisa dengan suara bergetar.

Lalu Noel tiba-tiba menangis.

"Aku bukan Noel anakmu lagi, Ma. Aku aib, Ma."

"Aku bukan manusia.. aku monster... Aku monster..." Noel berbicara seperti meracau.

Alisa mendekat kearah Noel. Lalu memeluk kepala Noel.

"Ma. Aku menyayangimu. Aku menyayangimu, tapi aku tidak sanggup begini. Aku tidak bisa terus melawan keinginan untuk membunuhmu.. aku lelah Ma. Aku lelah.. aku ingin normal."

"Aku ingin hidup normal.. aku ingin kuliah Ma, Aku ingin punya banyak teman, geng, berpacaran."

"Aku ingin lulus dan bekerja, Ma. Aku juga ingin punya kekasih lalu menikahinya."

"Aku ingin jadi putramu yang normal, Ma."

Noel menangis sesenggukan.

Air mata Alisa pun juga ikut berjatuhan lebih banyak.

"Noel, kamu tetap putra Mama walau seperti ini." Ucapnya.

"Tapi aku tidak merasa begitu, Ma. Aku tidak punya kepercayaan diri untuk menjadi anakmu. Aku hanya aib bagimu."

"Kamu tidak boleh berbicara itu sayang."

"Ma.. Aku lelah sepert ini."

😔😔😔😢

Dokter Rebecca dan Alisa tengah menunggu Noel yang sedang berkemas diruang tamu tempat mereka tadi berbicara.

"Berapa kira-kira Noel bisa sembuh, Dok?" Tanya Alisa, suaranya datar dan matanya menatap kosong kearah pintu kamar Noel yang terbuka. Disana masih bisa dilihat dari bawah siluet Noel yang sibuk mengemas barang-barang nya kedalam tas.

"Aku tidak bisa memastikan lama atau sebentar nya. Aku tidak bisa memprediksi apa-apa. Itu tergantung bagaimana Noel nya, Madam." Jawab Dokter Rebecca yang juga memandangi Noel.

"Dia akan kembali sebelum aku meninggal kan?" Tanya Alisa lagi.

Dokter Rebecca berpaling cepat kearah Alisa.

"Madam! Anda tidak boleh berbicara seperti itu."

Alisa tersenyum.

"Ya benar, aku tidak boleh berbicara seperti ini. Noel akan normal dengan cepat bahkan sebelum musim berganti."

Noel keluar dari kamarnya sambil menutup pintu. Dia lalu menuruni tangga dan menghampiri Ibu dan Dokter Rebecca.

Dokter Rebecca kaget melihat tas yang ditenteng.

"Hanya itu yang kau bawa?"

"Hm."

"Kau tidak membawa buku-buku mu? Kau mungkin akan merasa bosan disana."

"Tidak, Dokter. Aku tidak bisa Dokter. Setiap kali aku selesai membaca buku, aku akan berdelusi, Dokter." Jawab Noel.

Dokter Rebecca kaget mendengar jawaban Noel yang cukup panjang dan bahkan menjelaskan sedikit masalah delusinya.

"Jadi maksud mu, saat kau membaca sebuah buku kau akan melihat tokoh atau kejadian yang mirip dengan dalam buku itu atau berkaitan dalam buku itu?" Dokter Rebecca bertanya untuk memastikan.

Noel mengangguk. Lalu berpaling menatap Ibunya.

"Ma, jangan pernah ke rumah sakit tempat aku dirawat ya.!"

Alisa heran mendengarnya.

"Kenapa sayang?"

"Itu berbahaya, aku juga bisa saja menganggap mu delusi. Aku akan memberikan mu surat untuk memberi tahu keadaan ku. Oke?"

Alisa tampak tidak puas. Tapi dia mengangguk.

"Baiklah, tapi kirimi Mama surat satu seminggu sekali tiap hari Minggu. Oke?"

"Oke, Ma." Noel menyanggupi.

_______

Dokter Rebecca dan Noel berjalan beriringan menuju mobil.

"Dokter, sering-sering lah berkunjung kesini walau aku tak ada."

"Mama pasti syok, dia membutuhkan mu."

Dokter Rebecca tersenyum.

"Aku mengerti anak manis."

Dokter Rebecca mengelus kepala Noel.

Mereka sudah sampai disamping mobil.

"Dokter, aku baru ingat." Ucap Noel tiba-tiba.

Dokter Rebecca yang ingin membuka pintu mobilnya pun tidak jadi melakukan nya.

"Apa?"

"Aku baru ingat kalau delusia tentang Delia dan hujan, tidak berdasarkan buku yang ku baca.."

Kamis, 16 November 2017

Manusia Fantasy

Ini judul pertama gua buat tulisan blog gua yang bercerita tentang gua. Emang sih tulisan awal gua juga cerita tentang gua, tapi yang ini berbeda karena gua mau nulisnya secara maraton tiap hari dalam kurun waktu 15 menit.

Gua cita-cita pengen jadi penulis yang mengorbitkan novel atau naskah drama. Gua tahu diliat dari gua sekolah dimana, hidup gua sekarang gimana, itu terlihat seperti halu yang nyata.

Tapi gua sudah menetapkan pikiran. Walaupun cita-cita gua halu dan dikatakan orang-orang tidak nyata tapi gua mau mengerjakannya. Gua mau mewujudkan nya.

Makanya dari karena itu, tulisan gua ini berjudul Manusia Fantasy. Itu untuk menyebut diri gua sendiri yang sangat ahli berfantasi sampai-sampai gua menjalani hidup dengan fantasy. Pokoknya dan intinya gua pro dalam berfantasy yang kata Spongebob itu imajinasi.

Yeah Imajinasi gua kuat dan unik berikut menarik. Hanya saja gua kurang ahli menuangkannya dalam tulisan. Gua terlalu banyak berpikir dan pemalu.

Kata teman rp gua jangan terlalu banyak berpikir untuk berinteraksi dengan seseorang.

Walau dia merujuk kearah sosialisasi, tapi gua rujukin aja kearah menulis.

Menulis bagi gua adalah salah satu cara bersosialisasi, menceritakan apa yang kau pikirkan dengan satu situasi kepada seseorang.

Jadi karena gua takut ada salah satu yang baca tulisan gua merasa tersinggung, gua berakhir gk nulis apa-apa.

Yah ngenes sih mimpi gua berakhir karena menjaga seseorang yang gak tahu gua kenal apa nggak atau itu terjadi apa nggak.

Itulah mungkin sisi buruk dari fantasi gua hehehe.

Manusia Fantasy adalah seseorang yang hidup seperti fantasy karena terlalu aneh dan ekstrem untuk hidup secara nyata.

Itulah pemikiran asli dipikiran gua.

Yah pasti semua dah tahu, bagi seseorang yang sudah umur untuk berkerja, pemikiran untuk belajar menulis dari nol, dengan pengalaman nol, dan pengetahuan yang hampir nol ini sebuah halu yang terasa sangat jelas.

Tapi inilah gua, si tertuduh pemalas, yang keras kepala pengen kerja secara halu. Yang nyata ditinggalkan padahal sebenarnya gak ada pekerjaan nyata yang bisa gua kerjain.

Lo gk tahu kan?

Iye emang lu gak mau tahu urusan hidup gua, yang penting hujat terus.

Lelah hayati.

Salah satu gua juga mulai menulis kayak gini yah, selain ngikutin arahan blog-blog yang nyuruh buat latihan menulis dalam 15 menit supaya terlatih...

Yah waktunya habis.

Tapi gua tambahin dikit aja ye.. biar gk putus tengah jalan ini kek tulisan gua.

Salah satu alasan gua nulis blog lagi, adalah untuk tidak menghujat orang-orang yang ngebuat gua kesal atau orang yang terlihat salah dimata gua.

Gua sekarang mo tobat, dan berhenti menghujat atau me judge seseorang.

Gua mau sibuk dengan hidup gua dan gk ingin ikut campur lagi kelar..

Udah ampe sini aja tulisan gua..

Tetep unfaedah dan gak jelas temanya sih.. tapi namanya juga awal.

Gua sekarang mao bener-bener ngurus blog gua ditengah kesibukan pekerjaan rumah gua dan aktivitas RP gua. Ceilaaaaaah..

Dah yah gaes ManFas mengakhiri ketikan disini..

Rabu, 15 November 2017, 22:44

Menulis dengab waktu 20 menit 🎆🎆🎆

Rabu, 19 April 2017

Salam Rumah Baru

u
Sebenarnya Aku ingin menulis setelah aku baru mengganti template blog ini yang pertama, tapi kesibukan menghalangiku. Jadinya aku hanya bisa menulisnya sekarang.

Aku sempat beberapa kali ganti template,  bahkan dalam sehari lebih satu kali aku menggantinya.

Begitu tau caranya, aku sepertinya menggila karena terlalu bingung memilih mana yang cocok. Sebelum aku bisa, aku bingung yang mana bisa kupakai karena sangat banyak yang menurutku cocok tapi begitu aku tau semuanya bisa kupakai aku bingung yang mana harus kupilih karena pandangan ku jadi rubah. Tiba-tiba saja aku merasa tak ada yang cocok  untuk tema Blogku. Hahaha menurutku ini lucu.. betapa cepatnya pikiran ku berubah dengan apa yang ku bingungkan.

Tapi sekarang aku puas dengan template pilihanku ini. Aku yakin ini benar-benar cocok dengan tema yang ingin aku bawa pada Blog ini. Motto ku untuk blog ini adalah menulisa dengan santai dan sesuai keinginanku. Dengan bentuk tulisan seperti anak-anak ini menurutku akan membawa kesan ceria, polos,  dan kuat karena terlihat tidak tahu apa-apa tapi dia banyak menemukan hal yang bukan sekedar apa-apa. Itulah pemikiranku begitu melihat template baru ini..  aku merasa tersugesti..  membuatku sedikit bersemangat menulis diblog ini dan membacanya lagi diblogku..

Aaaaah Jotta..!!  Aku benar-benar sangat suka gaya template ku sekarang..

Aku tidak percaya akhirnya menemukan nya setelah gonta ganti berapa kali hehehe. Padahal aku bertekad untuk tidak menggunakan warna hitam. Warna biru cerah langit ditambah gaya-gaya remaja atau anak-anak itulah tipe pencarian ku awal..  tapi begitu iseng memasang template..  aku jadi langsung berikrar untuk tidak menggantinya lagi..  aku benar-benar...  benar-benar...  benar-benar menyukainya hahahaha😄😄😄😄.

Walaupun aku masih belum bisa masang widget jam atau kalender agar muncul diblogku tapi biarlah sudah...

yang jelas aku benar-benar puas sekarang..

Dan kini tinggal aku mengisinya dengan apa yang benar-benar akan kutulis...

dan itu menurut ku hal tersulit.

kenapa?

karena aku sangat susah untuk menjelaskan apa yang kuinginkan, baik secara lisan ataupun tulisan aku benar-benar payah dengan yang bertema curhatan. Bahkan dalam karangan pun aku kesulitan untuk menulisnya sesuai dengan apa yang kupikirkan, selalu saja ada perubahan, selalu saja ada perbedaan. Dan yang paling membuatku tak tahan adalah itu terlalu jauh dari khayalan yg kupikirkan. aku selalu merasa kegelisahan saat melihat hasil tulisanku sangat jauh dari yang ku inginkan. kenapa begitu? apa aku begitu cepat melupakan rencana, bayangan, imajinasi yang menurutku sudah sangat bagus terampungkan.. 😥😥😥 ah tau ah.. tau ah.. aku menulis ini saja sudah pusing...

tapi paragraf ini bagus juga susunannya.. 😶😶😶 apa kalian menyadarinya??? 😁😁😁

kalo kalian menyadarinnya tolong tulis dikolon komentar (aku sedang berusaha merayu untuk mencari rider setiaku hahaha)

Ya sudahlah... doakan saja semoga Blogku ini berhasil dengan tulisan yang kurencanakan juga berhasil kutuang kesini..

aku mungkin akan merngobankan sebentar akun wattpad ku untuk fokus disini. dan sekaligus menentramkan otaku hehe 😁😁😁

karna menulis adalah hobbyku..




sekian.. seperti nya aku sudah banyak menuliskan apa yang kuinginkan.. walaupun tal semuanya ini cukup untuk sebuah kemajuan...

bagus.. aku menyukainya 😍😍😍😍

Kamis, 13 April 2017

Pengumuman

Yeeeey...!!  Akhirnya gua punya template baru... bansae!!!!!! (Gak tahu ya tulisanya pa bener ato gak hahaha)

Udah lama gua pengen ganti tema blog biar berwarna..  akhirnya bisa juga TT....

TERIMAKASIH TUHAN!!!!!

karena gua nulisanya malem malem gak bisa banyak kata-kata.

Gua cuman mau kasih khobar ama Viewer yang gak tau apa ada ato kgknya  wkwkwk ngenest amat, kalo gua bakal ngisi inih blog dengan kegiatan gua end masa lalu, masa kini dan terawangan masa depan gua..  mungkin ada sekelumit rieview flm atau drama berhubungan gua suka nonton..  yg jelas inih blog bakal gua isi dengan hal yg gua suka!!!!!

Termasuk tulisan gua atau sekedar inti ide..

Gua gak peduli kalo ada yang ngambil idr gua. (Yang mudahan aja nggak karena bagaimanapun saya bilang gak peduli tetep aja perih TT)

Yang penting isi pala gua yg mempunyai berkah ide dan kata-kata melimpah gak terbuang...

Yaudah malam semakin larut....

Gua sepertinya harus berakhir disini dulu... karena gua mau bobo..

Besok dah Insya Allah gua bakal nulis yg lebih benar disini...

Rabu, 19 Oktober 2016

Help me

Aku punya sebuah rahasia pada diriku. Sesuatu yang tabu untuk terungkap. Aku rasa ini sebuah penyakit atau aib. Aku tidak tahu lagi bagaimana cara menguburnya, ini sudah jadi kebiasaan. Aku malu dan takut bila ini terus muncul di hidupku. Ini mengancam kepercayaan diriku. Aku malu jika suatu saat nanti bertemu Tuhan, alasan apa yang aku pakai?
Aku tidak menghentikannya. Aku sudah mencoba tapi terus saja aku kembali padanya. Ini membuatku frustasi. Ini memalukan. Kurasa otakku benar-benar akan terkikis bila aku masih melakukannya.

Aku ketakutan..!

Oh Tuhan beri aku lebih banyak kesempatan lagi untuk menghilangkannya! Aku benar-benar takut saat aku bertemu denganmu aku masih seperti ini.
Ini memalukan. Menjijikan. Aku bahkan tidak percaya diri lagi menghadapi mahklukmu.

Aku terlihat baik-baik saja diluar, namu didalam diriku aku nampak busuk.

Bagaimana seandainya aku kehilangan fungsi pikirku?

Aku ketakutan!

Benar-benar ketakutan..

Tuhan help me..

Selasa, 09 Agustus 2016

Sesi awal interview dengan mister Q

Laporan Tentang Bangkit NgeMWB lagi....

Q: gimana perasaan nya setelah lama vakum selama 22 hari?

Yah rasanya seneng banget,,. Karna postsan ini paling bersejarah banget,, karna ampir dua hari saya bikin gk kelar kelar,, yang paling saya kesal itu adalah dua hari gk kelar kelar gara gara cmn gk bisa ngetik pake Android doang...
Padahal udah nulis Serapi mungkin hasilnya malah ilang....
Aduh keriting tangan Dede TT

Q: Apa Anda puas dengan postsan ini?

Sebenarnya sih saya cuman puas ma alur ceritanya, tapi untuk tulisannya saya kurang pede TT... bayangin direvisi dua hari terus menerus ditambah Singal yang naek turun kayak orang lagi (sensor harap jangan pikir macam macam supaya saya masih difitnah orang baik)  dan emosi yang meluap-luap gegara tulisan masuk Black hole Mulu..!!!!
Coba ada bayangkan mister Q...! Bayangkan penderitaan otak dakuh yang seberharga emas termahal di dunia kasat mata ini...!!!!!

Q: Mmmm maap setahu saya Anda bukan pembaca karya Genta..

Kata siapa?????

Saya baca kok dua bab..

Q: mmm tentu saja dari Anda,, karna Anda yang menulis saya..

Krik.. krik...
Khilaf sesaat...

Q: Jadi apa anda sudah memamerkan karya Anda, dengan mengisi kolom komentar penulis MWB yang lain...??

Blom sempat mister Q saya agak kurang pede dengan karya saya yang ini untuk dibaca, saya takut membuat otak mereka sakit setelah membacanya haha.. haha..

Tapi saya harus usaha berkunjung walopun tidak dikunbal,, setidaknya saya ingin berkoment ria sebagaimana hoby saya dulu sblom jadi penulis MWB

Q: Nah diakhir pertanyaan ini saya ingin bertanya apa harapan Anda selanjutnya???

Yah saya harap tulisan saya tidak lagi menghilang saat saya menulis dimwb T.T itu harapan terbesar saya...

Dan ide dan imajinasi saya selalu ada dan terupgrade .... supaya saya bisa menulis dengan baik...

Dan juga gaya tulisan semakin bagus dan berprinsip..

Dan juga tubuh dan jari saya selalu kuat dan sehat....

Gomawoyo salam dari penulis yang pro dalam berkhayal haha

Q: nah sekian dan terimakasih untuk para reader dan penulis kamsanida ^.^

Selasa, 12 Juli 2016

Pos pertama...

Sebenarnya gue mau lebih panjang bikin judul ini,, maonya gue nulis "post pertama yang menyimpang dari niat awal saat membuat blog" tapi setelah di perhatikan dan dipikir pikir kalo judulnya sepanjang ini kek nya bikin ilfil end udah bikin bosen pembacanya...
Yach walopun cuman gue pembacanya..

Ya sudahlah....

Awal cerita sebenarnya gue mao nulis tentang perang dingin gue sama bapak yang tercinta yang sekarang kadang ngeselin kadang nyulut amarah...

Bapak gue punya sifat gak mao ngalah,, dan sebisa mungkin gua gak mao sifat itu nurun kegue walopun terkadang gue liat gejalanya muncul kalo udah berselisih ma bapak...

Yah batu lawannya juga batukan?

Okeh nanti aja bahas bapak ,, kan gue tadinya mao menyimpang?

Gue mau lupa tujuan mentang mentang sekarang nulisnya lagi duduk Deket Babah gua yang kayaknya masuk puber kedua.

Okeh gini,, sebenarnya niat awal pas buat blog ini buat lampiasin amarah yang bisa nyebabin gua durhaka kalo gua lampiasin kesalah tempat atau seharusnya ke orang yang tepat tapi secara kelakuan gak tepat.

Jadi gua putuskan buat blog.

Gua mau mademin amarah dengan ceritain pertengkaran gua ma Babah gua dan melampiaskan uneg uneg gua tapi dengan gaya sesopan mungkin atau lebih tepatnya segesrek mungkin agar gua terlihat ternistakan dan Babah gua sosoknya masih terlihat anggun di mata publik..

Dan semoga dimata gua juga...

(Kok ada musik musik sedihnya ya??? Ini kan ceritanya kan seharusnya kan lucu kan?)

Tulisan gua sepertinya mulai alay dan juga mulai kehilangan arti = yang baca mulai gagal paham.

Yah nah pembaca (walaupun terduga yang baca yah penulis doang,, tapi biarlah biar gaya dilihatnya haha) intinya gua nulis gitu adalah gua mau gua lihat pergesekan kasar antara Babah dan gue bisa gue anggap santai dan gak serius dengan mengolahnya jadi bahan tulisan di blog ini,,, supaya saat perbedaan kita bertabrakan sampai keduanya mau kepelanting keempang gua malah bersyukur karna dapet bahan buat nulis disini dan mencoba menjadikannya lucu (walaupun ujung ujungnya terlihat garing) dan bisa bikin gua tersenyum bukan robek robek sarung bantal....

Intinya lagi ! Ini cara damai ane  ma Abah love love diudara..

Supaya menghindari gua gk durhaka ama dia

Karna gua tahu gak semua hal yang dilakuin Abah yang salah itu kesalahan dia... gua tahu gua juga ikut andil didalamnya...

(Lagi lagi otak gua berasa nyetel musik sedih hadoooh,, gegara suka bikin cerbug drama inih...)

Nah itu niat asal gua tapi niat suci itu tiba-tiba terhalang karna otak cerdas gua kehilangan kata-kata buat mengulas kisah haru ini...
Gara gara kunjungan keluarga dari pihak emak gua..

Hah keluarga lagi?

Hooh tapi ini beda cerita ma babah gua..

Gua nyalahin keluarga Mak gua karna diantara rombongan yang cukup bejibun itu ada makhluk cakep ikut nimbrung masuk kerumah gue....

Awalnya gua biasa aja gegara cowok cakep emang sering masuk rumah gua,,, yah sekali dua kali lah,, kalo gak sama istrinya sama anaknya,, syukur syukur sama kakaknya yang sedikit lebih tua dari gua...

Hm hehehe...

Tapi masalah muncul setelah keluarga emak gua pada comeback...

Gua nemuin fakta dari cerita Mak gua Tentang dia,, yang bikin wajah dia yang asalnya cakep biasa aja jadi dapet editan beauty plus diotak gue seketika...

Ouch dengan tiba-tiba gue menyesal cuek ma dia...
Seharusnya gua cat aja tadi muka gua pake semen trus minta pin bb ama dia..
Biar ekstrem tapi seenggaknya gua gak gelisah bikin khayalan macem macem kek gini..

Ya ampun gua cuman punya foto burem dia sebagai jejak yang tersisa itu juga minta mode modus Ma sepupu gua yang lain ,,. Bener bener sakit gua...

Gua gak tau ini bener palling in luv ato apa,,. Tapi setelah hari itu gua masih terus kepikiran ama dia...

Senyuman dia saat salaman buat pamitan ma gua...

Gua tau itu dia cuman ngamalin ramah tamah gua,, tapi tetap aja otak gua mao ngartiin beda,,,
Gua ingat dia ma gue dulu pernah maen bareng waktu kita masih bocah yang blom bisa naek sepeda

Tapi...

Gak mungkin kah dia senyum kemaren karna ingat itu??

Gua aja lupa kenapa pas lagi ingusan itu kita maen apa jadi akrab...

Lagian juga pas SD dia juga udah lupa ma gua pas dia datang kerumah gua trus gua ceritain masa ingusan kita...

Nah gak mungkin pas dia udah mo kuliah ingat itu???

Ayooolah gua cuman halu kalo mikir dia merhatiin gua...

But Ahhhhhh....

Satu satunya rencana brillian gua ialah secara brutal ngetik nama dia dimesin pencari fb..

Absurd banget yang ada ujung ujungnya gua jadi stealker biar berhasil nemu fb dia..

Punya alasan apa gua ngomong ma dia?

Halo ndra? Inget gak ma gua? Keluarga lo yang lo datengin sekeluarga kemaren... yg muka judes judes gitu...

Trus untuk lebih mastiin lagi gua ngirim foto gua yg pas naek gunung yang sialnya gk bareng ma dia...

Oh Tuhan ngarep mode apa ini????

Ujung disetiap ujung tulisan gua gua malah natap layar kosong..

Keisi juga paling pesan gua...

Bisa bisa diare gua kebanyakan nelen kacang TT

Gua terus ngeyakinin ma diri...
Dia terlalu jauh...
Terlalu cakep berati populer..
Mau sekolah kejogja...
Trus dia secara harfiah anak sepupu lo..
Yang gak terlalu bagus buat keturunan...

Dan....dan..

Dia seumuran gue...
Orang cakep abis...
Keliatannya sopan...
Supel...
Sekolah nya sama kayak jenis sekolah gue...
Agamanya kelihatan bagus..
Orang tuanya keliatan Baek...
Dia kayaknya orang baik...

Dia....

Terus .. terus aja lo gini ngel...

Nanti lama kelamaan lo bakal tepar kebaperan sendiri...
Inget fakta bahwa dia solat pake sejadah lo aja nanti ngayal macem-macem....

Udah mending lo doa yang terbaik aja..

Allah SWT pasti beri lo yang terbaik dan cocok ma lo jgn khawatir ma jodoh...pasrah aja..

Akhirnya gua ceramahin diri gua sndiri...

Sambil inget muka dia...

Ya ampuuuun...

Eh Sadar gara gara wajah doi nih tulisan kagak jadi dan ngasal gini

Ini post pertama lo seharusnya pake tulisan bagus buat kesan pertama pemirsa...

Lo mau catatan hati lo gak ada yang baca???


Lha emang catatan hati harus dibaca orang yah?
Perasaan itu harus disimpan sendiri....

Tapi kalo gak ada yang baca gak asek hahahaha..

Oh iya yah itu kan alasan gua jadi blogger hahaha

Sepertinya gua mau kambuh...

Yaudah sekian cerita gua dulu..

Yang kesasar kesini terima nasib yah!

Doain penulisnya cepet naik pangkat dari amatir jadi ahli untuk kewarasan mata kita masing masing .....

Wassalam!...

 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo